PROFIL DESA KUDAP

Pelabuhan Desa Kudap

       Desa Kudap merupakan sebuah desa yang berada di Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau yang berdiri sejak tahun 1925. Desa yang dipimpin oleh seorang kepala desa yakni Bapak Sutrisno, SE ini terletak di sebuah pulau yang disebut pulau Padang dengan batas sebelah utara Selat Bengkalis, sebelah selatan dengan Desa Dedap, sebelah barat dengan Desa Lukit, dan sebelah timur dengan Desa Bandul. Untuk dapat sampai ke desa ini dari ibukota provinsi Riau yakni Pekanbaru, membutuhkan waktu 7-8 jam, dengan rute Pekanbaru-Siak-Sungai Pakning. Di Sungai Pakning, kita naik roro sekitar 40 menit untuk menyebrang ke Bengkalis, dari Bengkalis kita harus ke pelabuhan Sungai Dua untuk menyebrang lagi ke pelabuhan Desa Kudap. Desa dengan luas ± 74 km² ini ditinggali oleh 2447 jiwa. Penduduk desa ini cukup heterogen, terdiri atas beberapa suku yaitu Tionghoa, Jawa, Batak, Melayu, dan suku KAT atau penduduk biasa menyebutnya suku asli. Tidak hanya suku, agama di desa Kudap juga beragam yaitu Islam, Budha, Khatolik, Kristen Protestan, dan Konghucu. Toleransi umat beragama di desa ini sangat tinggi hal ini ditandai dengan berdirinya rumah ibadah dari setiap agama yang ada di desa tersebut. Tidak hanya itu, masyarakat didesa Kudap ini juga mempunyai sikap saling membantu sesama warga seperti diadakannya gotong bersama, rewang, dan sejenisnya.
       Mata pencaharian penduduk desa Kudap meliputi Pegawai Negeri Sipil, TNI, Polisi, pedagang, petani, tukang, buruh kebun, nelayan, peternak, jasa pengangkutan, pengrajin, penambang, wirausaha, dan pekerjaan lainnya, namun mayoritas penduduk desa Kudap merupakan nelayan dan petani sagu. Untuk tingkat pendidikan, PAUD merupakan instansi pendidikan paling rendah, dan SMA merupakan tingkat pendidikan tertinggi yang ada di desa ini. Setelah lulus SMA, anak-anak desa Kudap biasanya akan melanjutkan pendidikan tinggi ke Bengkalis, Selat Panjang, atau Pekanbaru. Sarana prasarana pemerintahan dan umum yang ada di desa Kudap cukup lengkap untuk setingkat desa. Kami menemukan sebuah kantor desa dengan bangunan permanen, sebuah poskesdes, 4 posyandu, sebuah gedung perpustakaan desa, 4 lapangan olahraga, 5 buah sumur desa, sebuah pasar desa, dan 5 buah wc umum. 

Visi-Misi Desa
        Desa ini memiliki visi sebagai berikut:
1. Menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran agama yang dianut, benar-benar telah dijadikan tuntutan utama setiap nafas kehidupan dan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan dan pribadi, sehingga adanya kekuatan batin yang mendalam di jiwa setiap individu; 
2. Menumbuhkembangkan kebudayaan yang sudah ada, sehingga mampu bertahan dan bersifat akomodatif terhadap kemajuan peningkatan derajat, harkat, martabat manusia dan ikut dalam kontribusi;
3. Kondisi kehidupan sosial masyarakat dipandang dari sisi pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, keamanan, kenyamanan, ketenteraman dan ketertiban sudah semakin meningkat sehingga menjadi kondusif untuk memacu pembangunan;
4. Stabilitas ekonomi yang dapat di pertahankan dan bersifat dinamis, produktivitas, mengurangi pengangguran, menurunkan kemiskinan, membina usaha kecil kebutuhan masyarakat;
5. Iklim demokratisasi yang semakin kondusif, stabilitas, politik maka keamanan dan ketertiban terkendali, partisipasi dan kecerdasan masyarakat berpolitik semakin baik, penyelenggaraan pemerintahan yang kondusif, kualitas dan profesionalisme aparatur meningkat dan kapasitas yang semakin kuat sehingga tercapai Kudap bersatu

Adapun misi desa Kudap yaitu:
1. Menjadikan kinerja pemerintah desa
2. Mewujudkan nilai-nilai kebudayaan masyarakat
3. Mewujudkan sosial masyarakat
4. Menjadikan stabilitas ekonomi bermasyarakat
5. Mewujudkan suasana kehidupan masyarakat dan menyelenggarakan pemerintahan yang demokratis


Sejarah Desa

Desa Kudap telah berdiri kurang lebih pada tahun 1925, yang mana pada tahun itu Desa Kudap di Pimpin Oleh Batin Api sampai dengan 1932. Dan setelah kepemimpinan Batin Api lalu di lanjutkan kepemimpinan desa kudap oleh Penghulu Punugh (1933-1937) dan sampai dengan saat ini desa kudap di pimpin oleh Penghulu atau Kades Sutrisno.P (2009-2015).

Dan adapun kata-kata Kudap itu memiliki arti kudapan, yang mana kudapan itu menurut orang jawa adalah Makanan Ringan yang paling di Gemari oleh masyarakat setempat terutama penjajah belanda yang saat itu berada didesa Kudap.

Demikian kelanjutan perkembangan sejarah Desa Kudap.
Adapun pejabat Kepala Desa Kudap mulai  berdiri sampai sekarang sebagai berikut :

  1. Batin Ali                                                : Memerintah pada tahun 1925 -1932.
 2.  Penghulu Ponoh                                 : Memerintah pada tahun 1933 -1937dengan    gelar/panggilan” Batin Api” waktu itu masih dalam penjajahan Belanda.
3.   Penghulu Kebeh                                : Memerintah pada tahun 1938-1940 dengan panggilan’’  Batin Kebeh” masih dalam penjajahan Belanda.
  1. Penghulu Bulan                                  : Memerintah pada tahun 1941-1945.
  2. Penghulu Bujang wakil                     : Memerintah pada tahun 1946-1949.
  3. Penghulu Kintong                              : sebagai Penghulu suku akit.
  4. Penghulu Muhammad Zain
  5. Penghulu Haji Talib                          : Memerintah pada tahun 1950-1967.
  6. Penghulu Dahlansyah                     : Memerintah pada tahun 1968-1982.
  7. Pjs. Syamsir Umar                            : Memerintah pada tahun 1983-1986 Sebagai PD.
  8. Kepala Desa Mispan Joyo Misni  : Pada tahun 1986-2003.
12. Kepala DesaSyahruddin.Hm         :2004-2009, selanjutnya Pjs. Suyadi Mei-November 2009 menjelang Pelantikan
                                                                   Kepala desa Sifinitif.
  1. Kepala Desa Sutrisno.P                  :2010-2015.
  2. Pjs. Bakhtiar S.Hum                        :2015-2017 Menjelang pemilihan kepala desa Difinitif.
  3. Kepala Desa Sutrisno.SE                 :2017-2024
    Struktur Pemerintahan Desa Kudap



 


POTENSI DESA

Potensi adalah adalah segala sumberdaya yang ada di desa yang dapat digunakan untuk membantu pemecahan masalah-masalah yang dihadapi oleh desa baik potensi sudah ada maupun potensi yang belum tergarap.

a.               Potensi Sumberdaya Alam
1.               Perkebunan Karet
2.               Perkebunan Sagu
3.               Perkebunan Kelapa
4.               Perkebunan pinang
5.               Perkebunan Holtikultura
6.               Peternakan
7.               Perikanan

b.              Potensi Sumberdaya Manusia
1.               Aparatur Desa
2.               BPD
3.               Kelembagaan Desa
4.               Kader Desa
5.               Kader Posyandu
6.               Kader PKK
7.               Tenaga Pendidik
8.               Tokoh Agama dan Tokoh Adat
9.                Penyuluh Pertanian, Perkebunan, Perikanan, perternakan dll
10.         Aparat Keamanan (Linmas.Kapolpos dan Kapolsek)
11.          Pemuda
12.         Klub-Klub Olahraga

c.                Sumberdaya Sosial
1.               Wirid Yassin
2.               Guru-guru agama (Ustadz/zah)
3.               Fasilitas Pendidikan Agama
4.               Masjid dan Mushalla
5.               Fasilitas Pendidikan Umum
6.               Peringatan Hari Besar

d.              Sumberdaya Ekonomi
1.               Lahan Perkebunan
2.                Peternakan-peternakan
3.               UED-SP
4.               Pedagang dan swasta
5.               Home Industri
6.               Sarana produksi lainnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosialisasi Menjaga Kebersihan Diri

Kesadaran Melek Hukum